jelaskan pengertian ikhlas sabar dan pemaaf

5Manfaat Jika Kamu Memiliki Sifat Pemaaf, Gak Bakal Rugi! Mari berlomba untuk memaafkan! Hidup tanpa kata maaf maka dapat menyebabkan terjadinya kekacauan. Oleh sebab itu, tidak salah untuk memiliki sifat pemaaf. Jangan berpikir jika memaafkan terlebih dahulu, kamu akan kalah dan dianggap remeh. Sekolahmuonline- Soal PAIBP dan Jawabannya Kelas VII SMP/MTs Bab 13 Hidup Lebih Damai dengan Ikhlas, Sabar, dan Pemaaf.Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami sajikan kepada Anda soal-soal Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti untuk Kelas VII SMP/MTs Kurikulum 2013 Bab 13 Hidup Lebih Damai dengan Ikhlas, Sabar, dan Pemaaf, yang soal-soalnya kami ambil dari buku PAIBP elektronik. Pengertian Ikhlas, Sabar dan Pemaaf. 21.52 Pendidikan No comments. IKHLAS, SABAR DAN PEMAAF. 1. IKHLAS. Ikhlas adalah mengerjakan sesuatu tanpa pamrih/mengharap sesuatu kepada orang lain. Ikhlas merupakan urusan hati tidak ada satu orangpun yang bisa secara pasti membaca hati orang lain karena hal tersebut merupakan perkara gaib yang tidak Ikhlas sabar, dan pemaaf merupakan perilaku terpuji yang harus bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 1 . Perilaku Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari. Secara harfiyah, ikhlas artinya tulus dan bersih. Adapun menurut istilah, ikhlas ialah mengerjakan sesuatu kebaikan dengan semata-mata mengharap rida Allah Swt. Hereare a number of highest rated Jelaskan Pengertian Ikhlas Sabar Dan Pemaaf pictures upon internet. We identified it from trustworthy source. Its submitted by processing in the best field. We say you will this nice of Jelaskan Pengertian Ikhlas Sabar Dan Pemaaf graphic could possibly be the most trending subject with we portion it in google Gute Fragen Um Eine Frau Kennenlernen. Contoh Soal Ulangan Agama Islam Kelas 7 SMP Tentang Ikhlas, Sabar, dan Pemaaf K13 I. Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang X pada huruf A, B, C, D! 1. Berikut ini merupakan hukum bacaan mim sukun, kecuali... A. izhar halqi B. izhar syafawi C. ikhfa syafawi D. idgam mimi 2. Lafaz ini لِذُنُوبِهِمْ وَمَن mengandung hukum bacaan... A. idgam bilagunnah C. izhar syafawi B. ikhfa haqiqi D. ikhfa syafawi 3. K a l i m a t وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ dibaca... A. wallahu yuhibbul mujrimin B. wallahu yujibbul mukhsinin C. wallahi yuhibbul mukhsinin D. wallahu yuhibbul mukhsinin ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ Kata yang tepat untuk melengkapi ayat di atas adalah... . إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ أَحْيَآءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ ٱلصَّٰبِرِينَ 5. Dibawah ini yang tidak termasuk perilaku ikhlas sebagai penghayatan dan pengamalan an-Nisa/4 146 dalam kehidupan sehari-hari adalah.... A. Gemar melakukan perbuatan terpuji dan tidak di pamerkan kepada orang lain B. Ikhlas dalam beribadah, semata-mata karena Allah Swt C. Tidak mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang lain D. Selalu membedakan antara amal besar dan amal kecil 6. Kalimat yang mengandung bacaan ikhfa haqiqi adalah... A. ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ C. فَٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓ B. وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ D. مِّن رَّبِّهِمْ 7. Amir adalah anak yatim di sekola a selalu diejek Dimas karena memakai seragam yang sangat lusuh. Walaupun demikian, Amir tidak pernah marah. Sikap Amir merupakan contoh... A. Tabah B. Sabar C. Ikhlas D. Pemaaf 8. Orang yang sabar akan selalu mengarahkan kekuatannya kepada Allah hal ini sabar berfungsi sebagai... A. Landasan yang kokoh bagi keimanan seorang muslim B. Sarana keberhasilan untuk melaksanakan suatu pekerjaan C. Sebagai benteng utama dalam menghadapi cobaan D. Menjadi seorang hamba yang selalu dicintai oleh Allah Swt 9. Ketika difitnah oleh teman-temannya, Rosyid cukup dengan berdiam diri saja. Dia yakin suatu saat nanti seluruh teman-temannya akan tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Sikap Rosyid tersebut merupaka... A. Sabar B. Pemaaf C. Ikhlas D. Tawadu’ 10. Farhan sering dijahili oleh temannya. Dia tidak pernah sedikit pun ingin membalas dendam perbuatan temannya tersebut. Sikap Farhan merupakan contoh... A. Pemaaf B. Sabar C. Tawadu’ D. Ikhla¡ II. Jawablah soal berikut ini sesuai dengan pernyataan! 1. Jelaskan isi kandungan an-Nisa/4 146! 2. Jelaskan isi kandungan Ali-Imran/3 134 3. Mengapa kita harus memiliki sifat sabar? 4. Sebutkan macam-macam sabar dan berikan contohnya! 5. Mengapa kita harus ikhlas? 6. Sebutkan manfaat dari ikhlas! 7. Mengapa kita harus jadi pemaaf? 8. Sebutkan manfaat dari sikap pemaaf! 9. Ceritakan secara singkat kisah orang yang memiliki perilaku ikhlas! 10. Ceritakan secara singkat kisah orang yang memiliki perilaku sabar! Terima Kasih Atas Kunjungannya. Kunjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin. Ikhlas, sabar, dan pemaaf merupakan perilaku terpuji yang harus bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 1 . Perilaku Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari. Secara harfiyah, ikhlas artinya tulus dan bersih. Adapun menurut istilah, ikhlas ialah mengerjakan sesuatu kebaikan dengan semata-mata mengharap rida Allah Swt. Bagi orang yang ikhlas, suatu perbuatan baik tidak harus dikaitkan dengan imbalan atau balasan, melainkan semata-mata ingin mendapatkan rida Allah Swt. Jadi meskipun tidak mendapat imbalan apa pun dan dari pihak mana pun, akan tetap melakukan perbuatan baiknya tersebut. إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا “Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada agama Allah dan tulus ikhlas mengerjakan agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar." QS. an-Nisa' 146 Perilaku ikhlas sebagai penghayatan dan pengamalan QS. an-Nisa' ayat 146 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara a. Gemar melakukan perbuatan terpuji dan tidak di pamerkan kepada orang lain; b. Ikhlas dalam beribadah, semata-mata karena Allah Swt.; c. Tidak mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang lain; d. Selalu berhati-hati dalam bertindak atau berperilaku; e. Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil; f. Tidak menghitung-hitung apalagi mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain. 2. Perilaku Sabar dalam Kehidupan Sehari-hari. Sabar berasal dari kata “sobaro-yasbiru” yang artinya menahan. Dan menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya sesuai syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menahan anggota badan dari berbuat dosa dan sebagainya. Sabar adalah sikap hati yang muncul pertama kali ketika mendapatkan ujian maupun musibah. Bila menghadapi musibah dan respon pertama yang muncul adalah kalimat istirja inna lillahi wa inna ilaihi roji’un ataupun sejenisnya, maka itu adalah salah satu ukuran kesabaran. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." QS. al- Baqarah 153 Perilaku sabar sebagai penghayatan dan pengamalan QS. al-Baqarah ayat 153 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara sebagai berikut. a. Sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt., seperti 1 Ketika mendengar azan segera menuju ke masjid untuk melaksanakan £alat berjamaah; 2 Ketika bel berbunyi segera masuk kelas untuk mengikuti pelajaran; 3 Saat orang tua memanggil, segera menghadap dan menemui agar tidak mengecewakannya. b. Sabar dalam menjauhi maksiat atau meninggalkan larangan Allah Swt., seperti 1 Ketika diajak membolos segera menolak dan menghindari teman-teman yang bersekongkol untuk membolos; 2 Saat diajak tawuran segera menolak dan menjauhi teman-teman yang mengajaknya; 3 Tidak cepat marah dan main hakim sendiri. c. Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah, seperti 1 Ketika terkena musibah sakit tidak mengeluh dan tidak putus asa untuk berusaha mencari obatnya; 2 Ketika terkena musibah tidak mengeluh dan tidak menyalahkan Allah dan orang lain. 3. Perilaku Pemaaf dalam Kehidupan Sehari-hari. Pemaaf berarti orang yang rela memberi maaf kepada orang lain. Sikap pemaaf berarti sikap suka memaafkan kesalahan orang lain tanpa sedikit pun ada rasa benci dan keinginan untuk membalasnya. Dalam bahasa Arab sikap pemaaf disebut al-afw yang juga memiliki arti bertambah berlebih, penghapusan, ampun, atau anugerah. الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ “yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” QS. Ali-Imran 134 Perilaku pemaaf sebagai penghayatan dan pengamalan QS. Ali-Imran ayat 134 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan a. Memberikan maaf dengan ikhlas kepada orang yang meminta maaf; b. Meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat; c. Tidak memendam rasa benci dan perasaan dendam kepada orang lain. Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang contoh perilaku ikhlas, sabar dan pemaaf dalam kehidupan sehari-hari. Kunjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin. - Di antara akhlak-akhlak mulia yang dianjurkan dalam Islam adalah bersikap ikhlas, sabar, dan pemaaf. Segala tindakan yang dilakukan dengan sikap-sikap mulia tersebut akan mendatangkan berkah dan menuai pahala di sisi Allah SWT. Dinamika kehidupan kadang kala menempatkan seorang muslim dalam kondisi pelik. Karena itu, ia dituntut untuk ikhlas dan tabah dalam keadaan sulit. Jika berhubungan dengan kesalahan orang lain, ia dianjurkan untuk memaafkan, serta tidak memendam dendam dalam lubuk hatinya. Bagaimanapun juga, seorang muslim tidak berharap balasan dan ucapan terima kasih dari orang lain. Namun, harapan tertingginya adalah rida dan ganjaran dari Allah SWT. Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW ”Sesungguhnya Allah SWT tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian,” Muslim. Berikut ini penjelasan mengenai ikhlas, sabar, dan memaafkan, serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana dikutip dari uraian "Inspirasi Alquran untuk Kebaikan Hidup" yang diterbitkan Kementerian Agama RI Ikhlas dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari Dalam KBBI, ikhlas diartikan sebagai hati yang jujur dan tulus. Secara istilah, ikhlas berarti kejujuran hamba dalam keyakinan dan perbuatannya hanya mengharapkan rida Allah SWT. Dalil sikap ikhlas ini dirujuk dari Alquran surah An-Nisa ayat 146 "Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada [agama] Allah dan dengan tulus ikhlas [menjalankan] agama mereka karena Allah. Maka, mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman,” QS. An-Nisa [4] 146. Berdasarkan ayat di atas, terdapat beberapa contoh perilaku ikhlas yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari sebagai berikut Seorang muslim mesti berhati-hati dalam berbuat atau berperilaku. Dalam beribadah, niatnya hanya ditujukan kepada karena Allah SWT, bukan untuk pamer, riya, atau mencari pengakuan orang lain. Hendaknya mendahulukan sikap saling tolong-menolong sesama muslim karena Allah SWT. Seorang muslim juga dianjurkan untuk gemar melakukan perbuatan terpuji. Sabar dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari Dalam bahasa Arab, sabar artinya menahan diri dari keluh kesah. Maksudnya, jika seseorang bersabar, ia menahan diri atau membatasi emosinya dari hal-hal tertentu untuk mencapai tujuan yang luhur. Sebagai misal, jika seorang muslim tertimpa musibah, maka secara naluriah, terdapat keinginan untuk berkeluh kesah. Namun, jika ia menahan diri dari sikap tersebut, maka ia dapat dikategorikan telah bersikap sabar. Sikap sabar ini dijanjikan pahala besar oleh Allah SWT berdasarkan firmannya dalam surah Al-Baqarah ayat 153 "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar," QS. Al-Baqarah [2] 153. Berdasarkan ayat di atas, terdapat beberapa contoh perilaku sabar yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari sebagai berikut Seorang muslim mesti sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT, misalnya, ia menyegerakan diri berangkat ke masjid ketika mendengar azan dikumandangkan. Sabar dalam untuk menghindari perilaku maksiat, misalnya tidak mencontek ketika ujian atau menolak perintah dari orang tua. Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah, misalnya berikhtiar untuk berobat ketika sakit, serta tidak berkeluh-kesah. Memaafkan dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari Dalam bahasa Arab, maaf artinya menghapus atau menghilangkan. Maksudnya, dengan memaafkan, seseorang berusaha menghapus, menghilangkan, serta memberi ampun atas kesalahan orang lain. Sikap pemaaf ini merupakan akhlak mulia yang dianjurkan dalam Islam. Dampak positif dari sikap memaafkan adalah lapang dada dan terlepas dari beban emosional negatif, baik bagi pemberi maaf atau yang dimaafkan. Berkah dari sikap memaafkan ini tergambar dalam Alquran surah Ali Imran ayat 134 "[yaitu] orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan [kesalahan] orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan," QS. Ali Imran [3] 134. Berdasarkan ayat di atas, terdapat beberapa contoh perilaku memaafkan yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari sebagai berikut Seorang muslim hendaknya menghindari perilaku sombong. Dianjurkan untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat. Memaafkan kesalahan orang lain, serta tidak memendam rasa dendam dan benci dalam lubuk hatinya. Baca juga Perilaku Jujur, Amanah, Istiqomah Arti dan Hikmahnya dalam Islam Apa Maksud Beriman kepada Allah Melalui Alam Semesta Menurut Islam? Macam-Macam Takdir dalam Islam Pengertian dan Perbedaannya - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kata ikhlas dan pasrah. Itulah yang banyak orang dengar dan dinasihatkan. Tidak banyak orang yang mampu menguasai sikap ini. jika ditelisik lebih dalam lagi, ikhlas berarti merelakan apa yang sudah bukan milik kita. Sedangkan pasrah adalah sesuatu yang mesti kita serahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Sayangnya, masih banyak orang yang salah kaprah dalam memaknainya sehingga bukanlah sikap ikhlas, melainkan keluhan dan rasa seseorang sudah merelakan, berarti ia harus bisa tidak mengungkit-ungkit akan hal itu lagi. Jika diungkit atau dibicarakan, maka tidak bisa ikhlas. Memang, sangat sulit untuk merelakan sesuatu yang sudah pernah kita miliki, namun sekarang sudah tidak lagi. Perlu diketahui bahwa apa yang sedang kita miliki saat ini, hakikatnya bukanlah milik kita. Itu semua hanyalah titipan yang harus kita jaga sebaik mungkin. Ketika Tuhan mengambilnya kembali, maka kita harus rela. Karena pada dasarnya itu semua dulunya bukan milik Tuhan pun mencabut titipan yang kita miliki. Maka sudah sewajarnya karena itu semua adalah milik-Nya, bukan kepunyaan kita. Inilah yang perlu direnungkan dan ditafakkuri. Jika ketidakikhlasan masih melekat dalam diri kita, maka bisa dipastikan hidup kita tak mungkin bisa bahagia. Sebagai contoh, saat kita terbaring sakit sehingga kita pun tak memiliki rasa sehat. Jika kita tak bisa ikhlas dengan rasa sakit yang menimpa kita, justru hal itu akan menjadi sakit yang berlebih. Karena ada rasa takut, khawatir, dan cemas. Pikiran dan perasaan negatif itulah yang malah menjadikan penyakit kita semakin suka singgah dalam tubuh kita. Begitu juga sebaliknya. Padahal, antara sehat dan sakit, hidup kita lebih banyak sehatnya ketimbang sakit. Namun, ketika Tuhan memberikan rasa sakit kepada kita, kenapa kita menjadi tidak bisa menerima? Padahal, kita pun bisa menerima diri kita saat kita sehat. Memang hal itu adalah wajar dan manusiawi. Karena sejatinya, kebutuhan dasar manusia adalah mencari nikmat dan menghindari sengsara. Sehat adalah nikmat dan sakit adalah pasrah bisa dimaknai menyerahkan segala urusan kita kepada Tuhan setelah kita berusaha semampu kita. Namun, banyak orang yang menyikapi dan berasumsi bahwa pasrah ya tidak melakukan apa pun. Praduga itulah yang salah. Jika kita hanya menanti takdir dan tak mau berusaha, itu namanya putus asa, bukan diketahui bahwa arti pasrah sesungguhnya adalah kita melakukan usaha semaksimal dan sebaik-baik mungkin, sedangkan hasilnya itu terserah kepada Tuhan YME. Mau dibuat sesuai dengan harapan kita atau tidak, itu terserah oleh-Nya. Itulah pasrah sesungguhnya. Yang terpenting kita semua sudah melakukan usaha sesuai dengan kemampuan berkaitan dengan arti kata sabar. Banyak orang ketika sedang ada masalah dan sedikit muncul amarah, dia mengatakan “sabar” sambil mengelus dada. Itu bukan sabar, tetapi menahan amarah dan masih mengeluh dalam hatinya. Sabar bukan mengeluh dan bukan menahan amarah. Sabar adalah kondisi ketika kita bisa menerima keadaan dengan tetap memiliki hati yang tenang. Inilah sabar. Namun, memanglah susah jikalau dilakukan. Akan tetapi, ketika tak dilatih, maka hal itu tak akan bisa. Hakikatnya, ikhlas, pasrah, dan sabar sangat berkaitan erat sehingga nantinya kita bisa menjadi manusia yang bahagia karena bisa mencapai ketenangan. Karena ketenangan bisa menciptakan kebahagiaan. Bahkan, lebih jauh lagi, ketenangan bisa menciptakan pula sebuah solusi. bagi seorang yang beragama, tentunya cara itu bisa dilakukan dengan cara beribadah ataupun berdzikir. Atau melakukan amalan-amalan tertentu untuk bisa menenangkan hati dan terkait. Lihat Healthy Selengkapnya A. IKHLAS Ikhlas secara bahasa artinya memurnikan sesuatu dan membersihkannya dari berbagai macam campuran. Ikhlas menurut istilah adalah seseorang beribadah dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, mengharapkan pahala-Nya, takut terhadap siksa-Nya dan ingin mencari ridha-Nya. Dengan ikhlas, seorang hamba mensucikan niat dari seluruh mencari perhatian makhluk dan pujian mereka dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Ada yang tahu ataupun tidak, orang yang ikhlas tetap dengan sungguh-sungguh beribadah dan taat kepada Allah. Tidak perlu orang lain tahu terhadap apa yang sudah kita kerjakan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Allah berfirman dalam QS An Nissa ayat 146 kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada agama Allah dan tulus ikhlas mengerjakan agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. Dalam surat Annisa Ayat 146 di atas, Allah akan memberi pahala yang besar ajron aziima kepada orang-orang beriman mukminin. Siapa yang termasuk orang beriman? Menurut Allah yang akan bersama orang beriman yang melakukan empat hal berikut yaitu a. Orang-orang yang taubat Tabuu b. Orang-orang yang mengadakan perbaikan aslahu c. Orang-orang yang berpegang pada agama Allah i’tashomu billah d. Orang-orang yang ikhlas dalam beragama islam karena Allah akhlasu diinahum lillah Maka orang-orang yang melakukan empat hal tersebut akan bersama orang beriman dan diberi pahala yang besar ajron aziima. Jadi langkah pertama untuk mendapat pahala yang besar adalah dengan bertaubat. Taubat berarti sadar dan tidak melakukan kesalahan lagi. Kemudian tidak hanya taubat tapi ia juga terus memperbaiki dirinya dengan meningkatkan amal ibadah dan amal soleh setiap hari. Setelah itu tetap konsisten berpegang teguh kepada ajaran Islam meski banyak cobaan dan godaan yang menghampiri. Kemudian langkah terakhir dan menyempurnakan semua langkah adalah ikhlas. Tentu saja ikhlas dalam menjalankan ajaran agama Islam hanya karena Allah. Akan sia-sia semua yang telah dilakukan apabila tidak disempurnakan dengan sikap ikhlas dalam beribadah. Ikhlas menjadi hal yang menentukan seorang beriman mendapat pahala yang besar. Tanpa ikhlas, pahala yang besar sangat sulit untuk di raih. Jadi dalam hidup di dunia ini, harus mementingkan ikhlas dalam setiap gerak nafas kita. Tidak akan ada artinya taubat, berbuat baik dan berpegang teguh pada agama Allah tanpa disertai dengan ikhlas. Bahkan akan mendapat siksa Allah jika amal ibadah tidak disertai keikhlasan. Perumpamaan orang yang ikhlas seperti akar dalam sebatang pohon. Akar terletak di dalam tanah dan tidak dapat dilihat. Akar terus bekerja mencari sari-sari makanan untuk disalurkan ke batang, dahan, ranting dan daun. Hingga akhirnya berkat usaha akar, pohon tersebut dapat berbunga dan berbuah. Bunga dan buah inilah yang dimanfaatkan manusia. Banyak yang senang dan memuji pohon tersebut karena keindahan bunga dan buahnya. Padahal dibalik itu semua, ada akar yang bekerja terus menerus agar mendapat sari makanan untuk semakin memperindah bunga dan memperbanyak buah. Akar tidak pernah dipuji, bahkan peranan akar tertutup dan dilupakan oleh adanya bunga dan buah. Namun akar tetap bekerja sesuai dengan amanah yang sudah Allah berikan kepadanya yaitu mencari air dan sari-sari makanan. Tidak dilihat, tidak dipuji bahkan dilupakan, akar tetap taat kepada tugas pokoknya. Allah Berfirman dalam QS Al Bayinah ayat 5 sebagai berikut Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. Ikhlas adalah dasar dari kesuksesan di dunia dan akhirat. Ikhlas ibarat pondasi dan amal adalah bangunannya. Ikhlas ibarat ruh sedangkan amal adalah jasadnya. Ikhlas bagi amal ibarat pondasi bagi sebuah rumah atau ibarat ruh bagi sebuah jasad. Sebuah rumah tidak akan dapat berdiri kokoh tanpa pondasi, demikian juga jasad tidak akan dapat hidup tanpa ruh. Oleh karena itu, amal shalih yang kosong dari keikhlasan akan menjadikannya mati, tidak bernilai serta tidak menghasilkan apapun. Ikhlas tempatnya di hati. Saat hati seseorang menjadi baik dengan ikhlas, maka anggota badan yang lain ikut menjadi baik. Sebaliknya, jika hatinya rusak, misalnya oleh riya’, mengharapkan dunia dalam amalnya, ujub bangga diri, maka akan rusaklah seluruh jasadnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . “Apabila hati menjadi baik, maka akan baik pula seluruh jasadnya, dan apabila hati menjadi rusak, maka akan rusak seluruh jasadnya.” HR. Bukhari-Muslim Buah yang dihasilkan dari keikhlasan sungguh banyak, seorang yang ikhlas dalam mengucapkan Laailaahaillallah, maka Allah akan mengharamkan neraka baginya. Seorang yang mengikuti ucapan muazin dengan ikhlas, maka Allah akan memasukkannya ke surga. Seorang yang menuntut ilmu agama dengan ikhlas, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Seorang yang ikhlas menjalankan puasa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Bahkan perbuatan mubah akan menjadi berpahala dengan keikhlasan. Sebaliknya, jika amal ibadah dikerjakan atas dasar niat yang tidak ikhlas, bukan mendapatkan pahala, bahkan mendapatkan siksa. Berikut ini diuraikan contoh amal ibadah yang kurang ikhlas a. Seseorang menambahkan lagi ketaatannya ketika dipuji, atau mengurangi bahkan meninggalkan ketaatan ketika dicela. b. Seseorang beramal shalih dan berakhlak mulia agar dicintai orang-orang, diperlakukan secara baik dan mendapat tempat di hati mereka. Jika hal itu tidak tercapai, ia pun berat sekali melakukannya. c. Seseorang bersedekah karena ingin dilihat orang, jika tidak ada yang melihatnya, ia tidak mau bersedekah. d. Tersinggung karena yang ditolong tidak berterima kasih, maka pertolongan kita itu tidak ikhlas karena tidak wajar, tidaklah wajar mengharap orang mengucapkan terima kasih karena kita telah menolongnya. Simak Juga video berikut B. SABAR Sabar menurut bahasa berarti menahan dan mencegah atau al-habsu wal kaffu. Menurut Istilah, sabar adalah menahan diri untuk melakukan keinginan dan meninggalkan larangan Allah swt. Sabar juga berarti sikap tegar dan kukuh dalam menjalankan ajaran Islam ketika muncul dorongan nafsu, ketegaran yang dibangun diatas landasan Al-Qur’an dan As-sunnah. Allah telah memuji orang-orang yang bersabar dan menyebutkan mereka dalam firman-Nya di Surat Az Zumar ayat 10 Katakanlah "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Orang yang memiliki sifat sabar adalah mereka yang kesabarannya demi Allah dan karena Allah. Seluruh cobaan yang menimpanya tidak akan melemahkannya, namun ia tetap kuat menghadapinya. Mengapa sabar sulit diterapkan? Kita akan sulit memiliki sifat sabar jika segala sesuatu yang terjadi karena orang lain atau makhluk lain. Padahal segala yang terjadi di dunia ini semua merupakan kehendak Allah SWT. Apabila semua hal yang terjadi dan menimpa kita yakini kehendak Allah SWT, maka kesabaran kita akan meningkat. Sabar menjadi salah satu kunci pembuka pertolongan Allah disamping Shalat. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 153 Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Sabar dan shalat harus dijadikan penolong untuk keselamatan di dunia dan akhirat. Orang sabar akan selalu dibimbing oleh Allah SWT karena Allah beserta orang-orang yang sabar. Apakah sabar ada batasnya? Sabar tidak ada batasnya. Jika sudah merasa sabar namun ujian belum berhenti juga, maka kita harus semakin meningkatkan kesabaran kita. Bila kesabaran terus kita tingkatkan, maka pahala juga akan terus mengalir untuk diri kita. Sabar bukanlah pasrah dan menyerah pada keadaan yang ada. Sabar terwujud dari kegigihan kita untuk tetap berpegang teguh pada ketetapan Allah. Karena apapun yang menimpa kita merupakan ketentuan Allah. Sambil terus berusaha dan berdo’a untuk memperbaiki kondisi yang ada. Macam-macam Sabar 1. Sabar dalam menerima ujian hidup dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. 2. Sabar dalam keinginan hawa nafsu Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi. 3. Sabar dalam ketaatan kepada Allah SWT Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia yang patut disembah? C. PEMAAF Maaf dalam bahasa arab diterjemahkan dengan kata al afwu. Al Afwu secara bahasa artinya terhapus atau menghapus. Orangnya disebut pemaaf dan perbuatannya memaafkan. Pemaaf adalah sikap dan perilaku yang suka memberi maaf atas kesalahan yang dibuat orang lain dan tidak memendam dan mendendam rasa atas kesalahan orang lain. Memaafkan mengandung pengertian menghapus luka atau bekas-bekas luka yang terdapat dalam hati. Hati yang sempat sakit karena perbuatan seseorang yang tidak menyenangkan dan berbuat kesalahan terhadap kita. Dengan memaafkan kesalahan orang lain berarti berhubungan antara mereka yang bermasalah kembali baik dan harmonis karena luka yang ada di dalam hati mereka, terutama yang memaafkan, telah sembuh. Seorang muslim harus memiliki sikap pemaaf karena sikap pemaaf menguntungkan. Sikap pemaaf dapat membuat hati lapang dan tidak dendam terhadap orang yang berbuat salah kepadanya, sehingga jiwanya menjadi tenang dan tentram. Apabila tidak memiliki sikap pemaaf, tentu akan menjadi orang pendendam. Dendam yang tidak terbalas menjadi beban bagi dirinya. Ini penyakit berbahaya karena selalu membawa kegelisahan. Allah SWT berfirman dalam QS Al Araf ayat 199 "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang baik, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." Sikap pemaaf bahkan jauh lebih baik dari sedekah yang diberikan dengan diiringi oleh ucapan atau sikap yang menyakitkan bagi orang yang menerimanya. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 263 "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakikan perasaan si penerima. Allah Mahakaya lagi Maha Penyatun." Seorang Muslim bukan hanya dituntut memberikan maaf. Ia juga diperintahkan berbuat baik kepada yang pernah berbuat salah kepadanya. Mereka yang mampu berbuat demikian mendapat kedudukan tinggi, pujian dan pahala yang baik dari Allah SWT sebagaimana Firman-Nya "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim." Suka memberi maaf kepada orang yang berbuat salah merupakan ciri orang bertakwa. Orang yang demikian akan memaafkan orang yang berbuat salah kepadanya, meskipun yang bersalah tidak pernah minta maaf kepadanya. Allah berfirman Dalam surat Ali imran ayat 133-134 "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang maupun sempit dan orang orang yang menahan amarahnya dan memmaafkan kesalahan orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan," Sikap pemaaf perlu melekat pada diri kita dan menjadikan akhlak karimahnya sebagai buah iman, takwa dan ibadahnya kepada Allah. Dengan sikap pemaaf, kita akan di cintai Allah dan disenangi manusia. Orang yang dicintai dan disenangi Allah adalah orang sudah mendapat keridhaan Allah. D. MENERAPKAN IKHLAS, SABAR DAN PEMAAF 1. Menerapkan Sikap Ikhlas Bagaimana mempraktekkan ikhlas itu dalam kehidupan sehari-hari? Ikhlas sangat penting dan tidak ikhlas sangat berbahaya. Ikhlas menjamin berjalannya kehidupan, tidak ikhlas akan menghancurkan kehidupan. Keikhlasan akan menghasilkan kemajuan, persaudaraan, loyalitas, kedamaian, dan produktivitas tinggi. seseorang masuk surga bukanlah karena banyaknya perbuatan kebaikan yang dilakukan pada saat dia hidup di dunia, melainkan bagaimana seseorang selalu menghadap kepada Allah dengan kebersihan dan keikhlasan hati. Keikhlasan dalam arti memenuhi perintah Allah tanpa mempertimbangkan keuntungan pribadi atau balasan apa pun. Seseorang yang ikhlas akan menghadap kepada Allah dengan hatinya dan hanya ingin mendapatkan ridha-Nya atas setiap perbuatan, langkah, kata-kata, dan doanya. Jadi, ia benar-benar yakin kepada Allah dan hanya mencari kebajikan semata. Pujian seseorang terhadap kita tidaklah bermanfaat apa-apa, demikian juga celaannya tidaklah berbahaya, yang bermanfaat adalah pujian Allah SWT dan yang berbahaya adalah celaan Allah SWT. Cara meningkatkan keikhlasan a. Mengetahui bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala Maha Mendengar dan Melihat serta mengetahui apa saja yang kita sembunyikan dan kita tampakkan. b. Meyakini bahwa pahala hanya milik Allah, selain-Nya tidak memiliki pahala. c. Mengetahui bahwa dunia ini tidak ada apa-apanya dibanding akhirat. Amal yang didasari motivasi mencari pujian dan sanjungan manusia atau mengharapkan imbalan dari mereka merupakan amalan tercela meskipun terlihat secara fisik sebagai amal shalih. Namun demikian, tidaklah mengurangi keikhlasan jika ternyata ada orang lain yang memuji amalnya, asalkan niatnya tetap ikhlas karena Allah. 2. Menerapkan Sikap Sabar Dalam kehidupan manusia selalu ada cobaan atau ujian. Cobaan atau ujian bisa berupa hal-hal yang tidak menyenangkan hati seperti kesusahan, sakit, bangkrut, kemelaratan dan lain-lain. Cobaan atau ujian juga bisa berupa hal-hal yang menyenangkan hati seperti kesuksesan, harta berlimpah, kesehatan, jabatan yang tinggi dan lain-lain. Cobaan atau ujian bisa menjadi musibah atau nikmat . Dikatakan musibah apabila segala sesuatu yang menimpa kita menjauhkan diri dari Allah SWT. Namun sebaliknya dikatakan nikmat apabila segala sesuatu yang terjadi pada diri kita semakin mendekatkan diri pada Allah SWT. Ketika ada cobaan datang kemudian disikapi dengan perasaan frustasi bahkan berburuk sangka pada Allah SWT, maka itulah musibah. Namun ketika ada cobaan lalu kita berbaik sangka pada Allah SWT, taubat dan memperbaiki diri maka itulah nikmat. Bagaimana cara meningkatkan kesabaran? 1. Berbaik sangka pada Allah SWT Kita harus berbaik sangka pada Allah SWt karena ujian berupa kesulitan dan kesenangan di dunia ini merupakan hal yang biasa selalu datang silih berganti. Jadi tidak perlu buruk sangka pada Allah bila kita menghadapi kesulitan hidup. 2. Mengenal dari balasan dan pahala sabar. Sabar akan mendapat pahala yang besar dan tak terbatas. 3. Mengambil hikmah dari setiap kejadian Setiap kejadian yang menimpa kita pasti merupakan yang terbaik dari Allah. Hendaknya selalu mengadakan evaluasi dan instrospeksi diri kemudian ambil hikmah dari setiap kejadian. 4. Terus berusaha dan berdoa Yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya jika kita ikhtiar dan jangan lupa memohon pertolongan Allah. 5. Niatkan kesuksesan untuk mendekatkan diri pada Allah Jika masalah sudah berlalu, maka niatkan untuk semakin meningkatkan ibadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada Allah. 3. Menerapkan Sikap Pemaaf Sikap pemaaf harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pemaaf merupakan akhlak mulia yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hinaan dan fitnah kepada nabi Muhammad SAW dari kaum kafir tidak membuat dendam, atau sakit hati. Justru Nabi Muhammad SAW memafkan bahkan mendoakan mereka yang menghina dan memfitnah. Adapun cara menerapkan sikap pemaaf antara lain a. Berprasangka baik kepada orang yang memusuhi kita. b. Mendoakan mereka yang telah berbuat salah agar mendapat petunjuk Allah SWT. c. Berlapang dada menghadapi masalah apapun. d. Yakin bahwa Allah Maha memberi balasan, Siapa yang berbuat baik akan dibalas kebaikannya dan siapa yang berbuat buruk juga akan dibalas keburukannya oleh Allah SWT. Materi Lebih lengkap ada di pdf berikut

jelaskan pengertian ikhlas sabar dan pemaaf